Nama saya ––––––, 29 tahun dari Indonesia. Himpitan ekonomi dan terjebak hutang mengharuskan saya meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di luar negeri. Awalnya saya bertemu dengan seseorang yang menawarkan pekerjaan yang mudah, tapi upahnya banyak. Namun yang harus saya terima adalah penyesalan. Saya ditahan di Tai Lam Centre for Women – Hongkong dengan tuduhan memperdagangkan obat-obatan berbahaya, tipe ice seberat 2,900 gram. Saya Masuk penjara pada Agustus 2023. Hingga saat ini saya masih menjalani hukuman, dan setiap hari saya menyesali perbuatan bodoh yang saya Lakukan. Saya kehilangan banyak hal, hidup di penjara tanpa bisa bertemu keluarga, tanpa internet, tanpa teman, berada jauh dari keluarga.
Untuk teman dan saudara di luar sana, berhati-hatilah, jangan coba-coba menyentuh atau memperdagangkan obat-obatan berbahaya, berhati-hatilah memilih teman, cari pekerjaan yang baik, hindari orang-orang yang menggunakan narkoba yang bisa merusak hidupmu, keluargamu dan masa depanmu, saya berjanji pada diri sendiri, setelah bebas, saya akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan tidak akan menyentuh atau mengenal Narkoba lagi.
Ini adalah pengalaman pertamaku. Teman saya bernama Sasa, meminta saya mengambil paket di kantor Pos dan mengambil paket express untuk kedua kalinya. Kemudian yang terakhir, Sasa menyuruh saya mengambil paket di Kamsung Road, Kamtin. Ini pertama kalinya saya mengambil paket dari orang hitam. Saya sedikit ragu, tapi karena sudah terlanjur mengiyakan, akhirnya saya ambil juga. Sasa menjanjikan upah sebesar HK$300 karena lokasinya sangat jauh.
Saat pengambilan barang di Pos, saya hanya diupahi $100, yang kedua kalinya saya diberi HK$150. Setelah orang hitam itu memberi saya Paket tanpa berkata apa-apa. Karena paketnya sangat berat, saya memutuskan untuk menghubungi Sasa dan Sasa memesan Taxi Online/Lala Move. Sasa menyuruh saya untuk membawa barang tersebut ke To Kwa Wan. Tidak seperti biasanya, kali ini Sasa menyuruh saya menemui seseorang untuk menyerahkan paket tersebut di rumahnya atau di sebuah Restaurant dan akan ada orang HF yang menunggu saya di To Kwa Wan. Sasa menyuruh saya karena hari itu ia harus bekerja.
Sekitar pukul 14.00, hari Jum’at tanggal 26 Agustus 2023 setibanya saya di To Kwa Wan, tujuh orang menyergap saya dan memeriksa barang yang saya bawa tersebut. Setelah di periksa akhirnya saya di beritahu bahwa paket yang saya bawa berisi Narkoba jenis Ice seberat 2,9 Kg. Saya sangat terkejut! Saya tidak pernah menggunakan Narkoba dan ini pertama kalinya saya melihat barang terlarang ini. Saya juga sudah memberikan nomor telepon teman saya tersebut kepada Polisi.
Nama saya ––––, 29 tahun dan saya berasal dari Indonesia. Saya sudah menikah dan mempunyai satu anak perempuan yang berumur 9 tahun. Pada tahun 2020 saya memutuskan untuk pergi bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong kong untuk memperbaiki perekonomian keluarga. Saat di Hongkong saya terjerumus masalah hutang karena seorang teman meminjam kontrak kerja dan Paspor saya untuk di jadikan jaminan hutang. Saya terlalu percaya dan tidak memikirkan risikonya. Pada akhirnya teman saya menghilang, tidak bisa dihubungi lagi dan meninggalkan hutangnya pada saya.
Karena Pasport dan kontrak kerja saya menjadi jaminannya, mau tidak mau saya yang harus melunasi hutang-hutang tersebut. Hingga akhirnya ketahuan oleh majikan karena pihak Bank mengirimkan surat peringatan keterlambatan jatuh tempo pembayaran ke alamat rumah majikan saya dan saya di interminit oleh Majikan. Setelah di Interminit saya kembali mencari majikan baru dan ternyata sangat sulit dan lama prosesnya. Akhirnya saya memutuskan menjadi pekerja ilegal dengan menjadi tukang cuci piring di Restauran. Namun gaji saya tidak cukup untuk membayar hutang dan biaya hidup sehari-hari.
Dari situlah saya mencoba mencari pekerjaan sampingan hingga akhirnya saya bertemu dengan seseorang bernama Sasa. Dia berasal dari indonesia, umurnya sekitar 35 tahun. Awalnya, saya kira dia baik, karena dia memberikan saya pekerjaan sampingan yang mudah, seperti mengambil barang/paket dan dia memberi saya HK$ 300. Akhirnya saya bercerita pada Sasa, bahwa saya punya masalah hutang piutang dan Sasapun siap membantu saya melunasi hutang tersebut. Sayapun bersedia menerima pekerjaan apapun tanpa berpikir risiko yang harus saya hadapi.
Sebelumnya, saya tidak pernah tahu barang apa yang saya ambil. Saya di suruh mengambil barang dari seorang petugas keamanan di Kamtin dan saya tidak mengenal orang ini sama sekali. Pengambilan barang kali ini, saya sudah mengetahui isi di dalamnya tapi tidak tahu berapa banyaknya, namun sangat berat, karena banyak tumpukan kertas. Setelah mengambil barang tersebut, saya disuruh mengantarnya ke To Kwa Wan.
Sesampainya di To Kwa Wan, pada tanggal 25 August 2023, jam 14.00, Polisi Bea Cukai menangkap saya dengan tuduhan atau dicurigai membawa barang berbahaya dengan jenis Ice, seberat 2,9 Kg dan maksimal hukuman penjara selama 24 tahun. Saya mencoba menghubungi teman yang menyuruh saya, namun nomor teleponnya tidak bisa dihubungi lagi dan saya sekarang harus di penjara di Tallam Centre for women hingga masa tahanan saya usai. Sungguh pengalaman yang sangat pahit, hidup susah tidak bisa melihat keluarga, tanpa internet, tidak bisa menelpon anak, dan tidak ada satupun teman yang datang menjenguk. Untuk kalian semua, berhati-hatilah memilih teman, jangan terlalu percaya pada orang yang belum lama kita kenal, dan jangan sampai terjerumus ke dalam masalah Narkoba, jangan sampai mencoba atau mengedarkan Narkoba yang akan merusak hidupmu dan nyawamu. Seberat apapun masalahmu tetaplah di jalan yang positif atau kamu akan kehilangan semuanya, hidupmu, keluargamu dan nyawamu. Bekerjalah dengan baik walaupun sangat sulit mencari pekerjaan yang bagus, dan jadilah orang yang berperilaku baik jadikan hidupmu lebih bermakna.




